BUAYA DARAT VS IKAN BERKEPALA BUAYA




(13 November 2009)Jum’at siang saya membuka dan membaca surat kabar online tiba-tiba saya terkejut pada salah satu headline surat kabar tersebut
disana disebutkan telah ditemukan sebuah ikan dengan kepala buaya di wilayah sukolilo Surabaya.bagi saya ini benar-benar diluar dugaan,aneh bin ajaib.mekipun sebenarnya didunia ini tidak ada yang tidak mungkin semua bisa saja terjadi dan semua bisa saja ada.langsung saja terlintas pertanyaan dalam hati kecil saya”apakah ikan ini merupakan sebuah spesies baru ataukah memang sudah lama ada namun baru saja ditemukan?”bisa juga ini merupakan spesies baru fikirku lagi.jika memang spesies baru apakah mungkin terjadi perpaduan antara dua jenis hewan yang berbeda?”ah ngawur benar saya ini.terus apa ada hubungannya dengan istilah buaya darat fikir saya lagi.
menurut kebanyakan masyarakat indonesia istilah buaya darat diartikan seorang laki-laki yang banyak pasangan,jika melihat kejadian ini apakah mungkin si buaya(buaya beneran)memiliki banyak pasangan sampai-sampai ikan pun diembat juga?maka jadilah ikan berkepala buaya~~ahh semakin ngawur saja saya ini~~~kemudian saya mencari-cari informasi lagi mengenai ikan ini sekaligus mencari informasi mengenai istilah buaya darat agar saya tidak semakin ngawur dan mengetahui jawaban atas pertanyaan saya yang tidak masuk akal itu.
dan inilah informasi yang saya dapatkan:
1.mengenai ikan berkepala buaya berikut penjelasan yang saya comot dari detik.com hehe maap ya detik soalnya biar pembaca yakin ya kan..Peneliti Kanada pernah meneliti mengenai ikan berkepala buaya. Ikan jenis ini diduga kuat merupakan ikan purba karena memiliki beberapa karakteristik.

Karateristik yang paling kuat adalah ikan ini memilik 2 pasang sirip yang diduga sebagai hasil evolusi. Selain itu rahang kuat yang dipunyai oleh ikan berkepala buaya mirip dengan rahang buaya yang hidup di darat.

Penelitian ilmuwan itu diumumkan dalam jurnal ilmiah pada tahun 2006 lalu dan disempurnakan pada Juni 2009. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa ikan yang memiliki dua pasang sirip itu disebut sebagai Tiktaalik, seekor ikan purba yang diperkirakan sudah punah ratusan tahun lalu.
Ikan berkepala buaya ini juga memiliki insang yang tidak biasa mirip dengan ikan. Sehingga ikan ini bisa bertahan hidup dalam perairan dangkal dan sering menunjukkan dirinya di permukaan air. Keunikan itu pula yang kemudian menyimpulkan bahwa ikan ini merupakan jenis ikan hasil evolusi antara ikan dan makhluk hidup berkaki empat lainnya seperti dinosaurus, burung dan mamalia.

Fosil Tiktaalik pernah ditemukan di Pulau Ellesmerem, Nuvanut, Kanada. Penemuan itu menunjukkan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh ikan lainnya. Keunikan itu pula yang memperkuat hipotesa teori mengenai evolusi makhluk hidup.

Tiktaalik juga sering disebut sebagai bagian yang hilang dalam sejarah manusia karena data yang dimiliki hilang tanpa alasan yang jelas hingga fakta baru berupa fosil ditemukan. Setelah penemuan itu, ilmuwan mengevaluasi pernyataan tersebut dan menyatakan bahwa ikan ini merupakan bentuk transisi makhluk hidup.

Transisi itu karena terdapat dua ciri khas yang dimiliki oleh dua hewan darat dan hewan air. Dikatakan hewan darat karena memiliki rahang yang kuat, bahu serta leher dan dikatakan sebagai hewan air karena memiliki insang dan tulang rawan yang biasa dimiliki oleh ikan.

Penemuan itu juga sekaligus menjawab, misalnya, bagaimana hewan yang hidup di air berpindah habitatnya ke daratan. Sehingga tiap makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

Walaupun penemuan ini menarik namun bukan merupakan suatu hal yang mengejutkan karena berdasarkan bukti yang ada, beberapa makhluk hidup di darat memiliki nenek moyang ikan. Penemuan ini juga diharapkan mampu menguak sejarah organisme lainnya

2.Mengenai Istilah Buaya darat masih banyak terjadi kontroversi ada yang bilang istilah itu tidak manusiawi~~masak manusia disamakan dengan binatang ~~~ada juga yang bilang istilah itu pembunuhan karakter si buaya(buaya beneran) karena katanya buaya(jantan)itu setia dengan pasangannya sampai sampai yang menjaga telur hasil perkawinan juga buaya jantan.dan juga simbol buaya juga digunakan oleh adat betawi dalam proses pernikahan mereka.ini menandakan jika buaya adalah hewan yang setia(bagi -yang pro)
tapi ada juga yang bilang buaya itu hewan polygami sering ganti-ganti pasangan bahkan menurut duo ratu buaya (darat) itu sangat menakutkan ini cuplikan lagunya
" Ooh… lelaki buaya darat… busyet aku tertipu lagi
Ooh… mulutnya manis sekali tapi hati bagai srigala… ooh
Ku tertipu lagi… ooh… ku tertipu lagi… ooh…”
sekarang menurut anda adakah hubungan antara BUAYA DARAT dan IKAN BERKEPALA BUAYA?
gambar di comot dari sini
=http://sweetsourpeach.blogspot.com/2009/04/air-mata-buaya-mengapa.html
=http://surabaya.detik.com/images/content/2009/11/13/466/alligator-gar-dalam.jpg